Kamis, 28 April 2016

7 Hal Penting Persiapan Membangun Rumah Sendiri


Anda memiliki rencana untuk membangun rumah sendiri ?
Bila anda memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai konstruksi rumah tentunya tidak akan terlalu banyak menghadapi kesulitan.
Lain cerita bila anda awam dan tidak punya pengalaman membangun rumah.

membangun rumah sendiri tanpa kontraktor pemborong Selain dana, membangun rumah sendiri akan cukup banyak menyita waktu dan pikiran.
Tetapi dengan membangun rumah sendiri akan banyak menghemat biaya. Karena anda tidak perlu menambah biaya untuk membayar uang jasa (fee) bagi kontraktor.
Biasanya kontraktor akan mengambil keuntungan antara 10-20% dari nilai total bangunan.
Nilai tersebut tentunya dapat anda alihkan untuk membeli perabotan.

Ada berapa hal yang penting dilakukan bila anda berencana untuk membangun rumah sendiri, antara lain :

  1. Menentukan Besaran Dana.
  2. Menyediakan Gambar Desain Rumah.
  3. Memilih Mandor dan Tukang.
  4. Menentukan Spesifikasi Material.
  5. Mencari Suplier Bahan Bangunan.
  6. Penentuan Waktu dan Jadwal Pembangunan.
  7. Pengurusan IMB.

Pada intinya hal-hal penting di atas berkaitan dengan perencanaan yang diimplikasikan pada saat pelaksanaan.
Perencanaan pembanguan rumah harus dibuat secara matang dan terukur. Pelaksanaan pembangunan rumah akan terganggu bila perencanaan tidak disusun secara matang.

1. MENENTUKAN BESARAN DANA

Tentukah jumlah dana untuk dialokasikan untuk membangun rumah. Pasti tidak semua uang di tabungan akan anda habiskan semua.
Selain dana untuk membangun rumah, tentunya anda harus menyediakan dana untuk membeli perabotan dan kebutuhan hidup lainnya.

Besaran dana itulah yang akan menentukan luasan dan kualitas material rumah.
Anda dapat menghitung luasan rumah yang dapat terbangun berdasarkan jumlah dana yang anda miliki, dan berdasarkan spesifikasi material serta tingkat kesulitan pekerjaan..

Secara garis besar kualitas rumah terbagi menjadi beberapa kelas, antara lain : kelas sederhana, menengah, dan mewah.
Setiap kelas memiliki harga estimasi per-meter persegi yang berbeda-beda, semakin tinggi kelasnya tentunya harga estimasi juga semakin tinggi.

Harga estimasi tersebut dapat menjadi faktor pembagi terhadap total dana yang anda miliki, sehingga anda dapat menghitung jumlah luasan total rumah yang dapat terbangun.

Jumlah luasan rumah tentunya berpengaruh terhadap banyaknya jumlah lantai rumah. Tak masalah bila tanah yang anda bangun cukup luas menampung seluruh luasan rumah tsb.
Bila tanah anda lebih kecil dibandingkan luasan rumah, maka anda tentunya harus membangun rumah 2 lantai atau lebih.

2. MENYEDIAKAN GAMBAR DESAIN RUMAH

Gambar desain rumah dibutuhkan sebagai media komunikasi antara anda dengan mandor-tukang.
Tentunya seorang mandor-tukang sulit mengerti akan rumah yang akan anda bangun, bila hanya dikomunikasikan melalui obrolan saja.
Gambar desain rumah berupa gambar denah, tampak, potongan, dll -merupakan acuan bagi mandor-tukang dalam proses pembangunan rumah.
Gambar-gambar tersebut juga merupakan acuan proses negoisasi harga borongan atau upah kerja antara anda dengan mandor. Karena dari gambar tersebut dapat diperkirakan tingkat kesulitan pekerjaan.

Untuk desain rumah sebaiknya anda memanfaatkan jasa arsitek. Banyak keuntungan yang akan anda peroleh, walaupun anda harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar fee arsitek.
Anda tidak perlu kuatir, tidak semua arsitek akan meminta fee jasa yang mahal. Beberapa arsitek ada yang bersedia menerima bayaran di bawah harga yang seharusnya.

Percayalah.. dana ratusan juta bahkan miliaran rupiah yang anda gelontorkan untuk membangun rumah yang mungkin akan anda huni seumur hidup -tidak akan sebanding dengan fee yang harus anda  bayar untuk jasa arsitek.
Sungguh disayangkan bila rumah tersebut tidak nyaman dan sehat, serta tidak layak dihuni akibat desain semrawut yang Anda buat sendiri -hanya bermodalkan foto-foto rumah yang anda comot dari internet atau majalah.

3. MEMILIH MANDOR & TUKANG

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan rumah adalah kemampuan dan kapasitas mandor dan tukang.
Mandor ibarat seorang panglima di medan pertempuran, yang menentukan strategi pembangunan dan menguasai teknik konstruksi, serta manajemen pengaturan kerja para tukang.
Pilihlah mandor dan tukang yang berpengalaman dan berperilaku baik. Carilah informasi dan rekomendasi dari saudara atau sahabat-sahabat anda, mungkin mereka kenal dengan mandor yang handal dan dapat dipercaya.

Tentukan dan negoisasikan sistem dan besaran upah kerja mandor-tukang.
Secara umum berlaku 2 sistem upah kerja, yaitu upah borongan dan upah harian. Upah borongan menerapkan sistem harga upah borongan kerja per-m2 atau per-item pekerjaan. Sedangkan upah harian menerapkan harga upah kerja mandor dan tukang per-hari kerja.
Pada dasarnya upah borongan nilainya akan setara atau sama dengan upah harian.
Besaran biaya upah kerja tentunya dapat dinegoisasikan. Biaya upah ditentukan berdasarkan tingkat kesulitan atau kerumitan pekerjaa serta besaran standar upah regional daerah.

4. MENENTUKAN SPESIFIKASI MATERIAL

Pada saat proses desain seorang arsitek biasanya akan berdiskusi dengan pihak klien untuk menentukan jenis atau spesifikasi material bangunan yang akan dipilih saat mebangun rumah.

Bijaksanalah dalam memilih jenis material bangunan, jangan sampai semakin dana yang telah anda tentukan semakin membengkak.
Misalnya bila dana yang anda miliki hanya untuk bangunan sederhana, pilihlah genteng tanah liat atau plentong yang murah sebagai bahan penutup atap.

Pemilihan spesifikasi material nantinya aikan dicantumkan pada dokumen gambar desain rumah.
Pemilihan spesifikasi material ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
  1. Material Konstruksi; misalnya konstruksi beton, baja, dan kayu.
  2. Material Finishing; misalnya material finishing penutup lantai, atap, dan dinding.
  3. Material Instalasi; misalnya instalasi listrik dan instalasi air bersih-kotor.
Setiap jenis material bangunan tentunya memiliki karakter berbeda-beda, serta ketentuan dan persyaratan teknis yang harus ditaati dan dilakukan pada saat pelaksanaan konstruksi.

5. MENCARI SUPPLIER BAHAN BANGUNAN

Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang suplier bahan bangunan terbaik di daerah anda. Informasi dapat anda dapatkan dari orang di sekitar anda. Biasanya mandor atau tukang yang berpengalaman merupakan pelanggan dari beberapa suplier atau toko bangunan.
Carilah suplier yang terdekat dengan lokasi rumah yang akan dibangun. Semakin dekat kemungkinan akan semakin murah karena berkaitan dengan ongkos kirim.
Beberapa hal yang perlu diperhitungan dalam hubungannya dengan suplier bahan bangunan, antara lain:
  • Kualitas dan harga material.
  • Metode pembayaran; Biasanya supplier akan menetapkan sistem pembayaran tunai sebelum barang dikirim ke lokasi. Tapi anda bisa memanfaatkan kedekatan mandor dengan supplier, sehingga supplier bersedia menerima penangguhan pembayaran (biasanya paling lama 2 minggu setelah pengiriman).
  • Ketepatan waktu pengiriman; usahakan pemesanan material kepada supplier tepat waktu atau sesuai jadwal. Karena keterlambatan pengiriman material tentunya sangat mengganggu pekerjaan konstruksi.

6. PENENTUAN JADWAL & WAKTU PEMBANGUNAN

Tak kalah penting adalah  menentukan jadwal pembangunan, mengingat pembangunan rumah memiliki banyak jenis pekerjaan sehingga harus diatur durasi dan waktu pelaksanaanya.
Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan waktu pendanaan serta pengadaan material bangunan.
Keterlambatan suatu jenis pekerjaan akan menghambat pekerjaan lain sesudahnya. Keterlambatan perkerjaan pembangunan rumah akan membuat biaya pekerjaan lebih mahal terhadap total dana yang ditentukan.

Penentuan waktu pembanguan akan menentukan kualitas pekerjaan. Pilihlah waktu pembangunan yang kondusif. Bila anda membangun rumah pada bulan-bulan yang bertepatan saat musim hujan, tentunya pekerjaan akan terganggu. Anda dapat membayangkan betapa sulitnya memasang dinding bata pada saat hujan turun.

7. PENGURUSAN IMB

Sebagai warga negara kita wajib mentaati setiap peraturan atau regulasi yang ditetapkan pemerintah.
Secara hukum -definis membangun adalah setiap kegiatan mendirikan, membongkar, memperbaharui, mengganti seluruh atau sebagian, memperluas bangunan, atau bangunan-bangunan.
Untuk itu maka setiap proses pembangunan rumah -sang pemilik diwajibkan untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan atau disingkat IMB.
Undang-undang No.34 tahun 2001 tentang Pajak dan Restribusi Daerah adalah dasar hukum pengurusan IMB.
Dan tiap Pemerintah Daerah tingkat I akan mengeluarkan peraturan daerah untuk mengatur pelaksanaanya.

Beberapa dokumen diperlukan untuk pengurussan IMB, antara lain :
  • Formulir permohonan IMB;
  • Fotokopi KTP;
  • Fotokopi pembayaran PBB terakhir;
  • Fotokopi surat keterangan kepemilikan tanah yang sah (sertifikat, akte jual-beli);
  • Gambar arsitektur dan gambar situasi bangunan yang akan didirikan;
  • Gambar Peta Rencana Kota yang diperoleh dari sudin tata kota (opsional).
Lakukan pengurusan IMB sesuai prosedur yang berlaku dan tidak menggunakan pihak ketiga sebagai perantara.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai 8 hal penting untuk mempersiapkan pembangunan rumah yang dilakukan sendiri tanpa menggunakan jasa kontraktor. Semoga tulisan ini berguna bagi para pembaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

www.sebats.com www.carasehat.co.id